angin dan aku

8 02 2009

gadis itu duduk disanah .
masih berseragam putih abu-abu .
duduk menerawang pandang .
sejauh mata hanya danau hening terlihat .

gerimis jatuh merintihh .

gadis itu masih duduk .
ditangannya sebuah ponsel .
di genggaman kanannya kunci motor .
matanya berkedip .
mengusir air mata yang mengalir sendu .

gerimis semakin menderai jauh .
semakin deras .

gadis itu masih duduk termenung .

pikirannya menerawang .
jauh .
gadis itu pun menangis .
tangisannya meredam seiring derai-derai daun menguning yang gugur .

gerimis semakin deras .
kilatan petir menghentak tanah .

gadis itu bangkit .
masih dengan mulut yang terus mengatup dan tak kan pernah bersuara .

gadis itu bangkit .
berdiri menghampiri motor matic kesayangannya .

gadis itu berjalan gontai .

matahari semakin tak terlihat .
awan hitam terus menutupi langit .
seperti ingin merasakan duka sang gadis .

gadis itu masih terdiam ketika dia menjalankan motornya .

sebuah tekad .
tekad yang telah lama di pendam .

ditarik kencang gas motor,
dan mengarahkannya pada sebuah bus kuning yang sedang berhenti .

:diam:
::diam::
:::diam:::

..sebuah sepeda motor menabrak sebuah bus kuning di kawasan Universitas di Depok..gadis yang mengendarainya .. m a t i i . .

;;;dan itulah impian gadis itu;;;





too much too much

1 02 2012

too much stories i wanna share with you.

GOD, it was a long time i don’t feel this lonely. Since i moved to purwokerto. *sigh*

terlalu banyak yang mau ku tulis disini tuhan, tapi aku sendiri pun tidak tahu harus memulai darimana. dari yang terberat atau teringan? dari yang terungkapkan sampai yang tak terungkapkan, dari yang pertama atau dari yang terakhir. Tuhan, semuanya begitu menyesakkan.

udah berkali-kali sih, aku bilang jangan cengeng kayak dulu. dan tuhan, Kau lihat kan? 6 bulan sudah ku lewati tanpa gangguan bipolar disorder sedikit pun. Kau tau juga kan, pasti susah berusaha melawan pikiran dan imaji sendiri. 6 bulan aku tidak meneteskan air mata untuk hal yang berlarut-larut. 6 bulan aku sanggup bertahan di tempat yang jauh dari psikiatri. Tuhan, Kau pasti tau kan bagaimana perjuanganku? tentu tidak mudah. tapi aku bersyukur mempunyai teman yang benar-benar menyayangiku. walau pun harus ku sayangkan, mereka begitu lebih karena prihatin. mereka terlalu memikirkan radang otaknya daripada penyakit kejiwaan penyebabnya.

Tuhan, seperti postingan sebelumnya, hal-hal yang saat ini ku ceritakan akan teramat sangat banyaknya. lebih baik ku pendam mungkin.

Tuhan, bolehkah ku meminta (lagi)? Kirimkan aku teman, sahabat di tempat sana. setelah kebodohanku menyia-nyiakan sahabat ku dari SMP itu. aku benar-benar tak punya tempat bercerita untuk semua masalahku. aku benar-benar tak bisa menceritakan secara jelas dan rinci pada mereka yang sekarang. iya, benar Tuhan.. sudah ada adri dan budi. tapi….

ya, mungkin memang begini seharusnya. ku anggap ini sebagai karma Mu.





K3-6CD

15 01 2012





rainbowing~

15 01 2012





dibawah rinai hujan, ngegaul bentar di purwokerto

14 01 2012

 

 

 





dan kami adalah KELUARGA

14 01 2012








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.